Pasuruan, Jawa Timur – Kota Pasuruan kini semakin bersinar di dunia pariwisata religi. Hal ini ditandai dengan melonjaknya jumlah kunjungan wisatawan ke Masjid Agung Al-Anwar, yang kini memiliki daya tarik utama berupa “Payung Madinah” – sebutan untuk instalasi payung otomatis mirip dengan yang ada di pelataran Masjid Nabawi, Madinah.
Sejak diresmikan dan mulai beroperasi pada awal 2025, Payung Madinah Pasuruan sukses menjadi magnet wisatawan. Rata-rata 150 ribu pengunjung datang setiap bulan untuk menikmati keindahan arsitektur dan nuansa spiritual yang kuat di kawasan masjid ini.
“Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Payung Madinah bukan hanya mempercantik kawasan masjid, tapi juga menjadi ikon kebanggaan warga Pasuruan,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kota Pasuruan, Wahyu Hidayat, dalam keterangannya, Rabu (6/8/2025).
Mirip Madinah, Tapi di Jawa Timur
Keberadaan payung-payung raksasa ini mengubah suasana pelataran Masjid Agung Al-Anwar menjadi lebih teduh, nyaman, dan megah. Payung otomatis ini tidak hanya berfungsi sebagai pelindung dari panas matahari dan hujan, tetapi juga menciptakan nuansa khas Timur Tengah yang begitu memesona.
Banyak pengunjung mengaku terkesan dengan suasana yang menyerupai Masjid Nabawi.
“Rasanya seperti sedang di Madinah. Adem dan syahdu sekali. Saya bawa keluarga besar dari Surabaya, semuanya senang dan betah di sini,” kata Siti Maemunah, wisatawan asal Surabaya.

Wisata Religi dan Ekonomi Lokal Tumbuh Bersamaan
Lonjakan wisatawan turut memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
“Sejak ada Payung Madinah, omzet kami naik dua kali lipat. Wisatawan dari luar kota hampir setiap hari datang. Alhamdulillah,” ungkap Slamet, pedagang cinderamata di sekitar masjid.
Pemerintah Kota Pasuruan pun terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan pengunjung.
Daya Tarik Wisata Baru, Potensi Wisata Halal di Jawa Timur
Dinas Pariwisata tengah menyusun sejumlah program lanjutan, seperti paket wisata religi terintegrasi dengan pondok pesantren, heritage masjid tua, dan wisata kuliner halal.
“Kami ingin Pasuruan menjadi rujukan wisata spiritual yang ramah keluarga, nyaman, dan berkualitas. Tidak hanya untuk masyarakat Jawa Timur, tapi juga wisatawan nasional,” tambah Wahyu.




