Warga Lekok Resah, Motor Dibegal dengan Ancaman Celurit di Jalan Sepi Pasuruan
Pasuruan- Ketegangan dan kecemasan kembali menyelimuti warga Kabupaten Pasuruan menyusul terulangnya aksi brutal begal bersenjata tajam. Kali ini, seorang warga harus rela kehilangan kendaraannya setelah diteror dan diancam celurit oleh dua orang tak dikenal di sebuah ruas jalan yang sunyi, mengingatkan akan pentingnya kewaspadaan ekstra, terutama saat melintas di malam hari.

Baca Juga : Solidaritas Para Driver Ojol untuk Rekan yang Telah Tiada
Korban, yang identified sebagai Solihin (48), seorang warga Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok, menjadi target kejahatan tersebut ketika sedang dalam perjalanan sendirian. Peristiwa mencekam ini terjadi di Dusun Jetis, Desa Prodo, di mana korban sedang melaju dari arah Desa Sruwi menuju Winongan.
Menurut penuturan Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, kejadian berlangsung cepat dan penuh teror
“Korban tidak menyadari bahwa sejak lama ia sudah diikuti oleh dua orang pengendara motor. Di lokasi yang sepi dan gelap, pelaku melakukan pepetan, memaksa laju motor korban berhenti,” jelas Joko Suseno dalam rilis resminya.
Dengan sigap, salah satu pelaku mengeluarkan senjata tajam jenis celurit dan mengancam nyawa Solihin. Dalam kondisi tak berdaya dan demi keselamatan jiwanya, Solihin hanya bisa pasrah melihat kedua pelaku merebut paksa kendaraannya. “Diancam dengan celurit, korban tidak mampu melakukan perlawanan. Begitu motor berhasil diambil, pelaku langsung kabur melesat menuju arah utara,” tambah Suseno.
Kendaraan yang berhasil diretas adalah sebuah motor Honda Vario berwarna hitam dengan nomor polisi N-5833-VAD tahun perakitan 2012. Kepemilikan kendaraan tersebut tercatat atas nama Kholili, yang juga merupakan warga Gejugjati, Lekok. Usai mengalami trauma akibat kejadian tersebut, Solihin segera melaporkan peristiwa ini kepada Polsek Winongan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Merespons insiden ini, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Pasuruan langsung bergerak cepat. Tim penyidik diturunkan untuk memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan setiap barang bukti yang mungkin ditinggalkan pelaku di TKP. “Kasus ini kami dalami secara serius. Kami juga telah meningkatkan intensitas patroli, khususnya di titik-titik rawan yang sering menjadi langganan aksi begal. Kami berharap masyarakat tetap tenang namun waspada,” tegas Iptu Joko Suseno.
Imbauan pun disampaikan kepada masyarakat agar menghindari bepergian sendirian di jalan sepi, terutama pada malam hari, serta selalu memastikan keadaan sekitar selama berkendara. Kerja sama antara warga dan aparat keamanan menjadi kunci utama untuk mencegah terulangnya aksi kejahatan yang meresahkan ini.




